Nano Partikel
Salam flying !!
Kemarin kapan itu yaa.. aku dan teman
sekelompokku skripsi diundang ke sebuah pertemuan dengan dosen pembimbing
skripsi kami. Jeng – jeng!!
Ada wacana apakah?? Ternyata papi kita (kita
menyebutnya begitu agar mudah diingat) mengajak seluruh mahasiswa bimbingannya
untuk sekedar temu muka dan perkenalan satu sama lain. Oke sebut saja kami
semua (mahasiswa S1 S2 dan S3) NanoTeam #cieeeh
Disana ada semacam perkenalan dasar nama dan
proyek penelitian yang sedang digarap dan ada pengarahan dari kakak kami
(asisten papi) bahwa untuk bekerja di lab juga ada semcam aturan yang demi
kesejahteraan kami semuah. Disitu kami dijamu makan siang dengan nasi kotak
yang menurutku enak (soalnya lapeeer men)
Dan ada satu lagi kejutan papi, yang katanya
sih mau ngajak kita semua nonton penutupan FaCup atau Farmasi Cup di kelas VIP.
Semoga saja ini bukan hanya wacana yah.. amin.
Daritadi kok crita nggak mutu siihh?? Yang mutu
dikit napa? :p
Baiklah, berhubung masih semangat dengan ide
skripsi, yaaa tulisanku kali ini tidak jauh – jauh dari NANO, apa sih nano itu?
Permen yang rasanya aneh itu ya??
-bukaaaan -,-
NANO disini adalah semacam satuan ukur,
misalnya mili, centi, kilo, desi,dll. Nah yang ini nano. Misal dalam meter yaa
nano ini besarnya adalah satu per satu milyar meter atau kalo mau lebih ilmiah
lagi 1 nanometer = 1 x 10-9 meter (satu kali sepuluh pangkat minus sembilan meter).
Bisa dibayangkan sebesar apa sebuah benda yang
berukuran nano itu? Nggak bisa? Oke kukasih contoh yaa… Diameter rambut manusia
(yang normal yaa nggak lebe gitu) berukuran 50.000 nm, nah jadi ukuran 1 nm itu
ya sehelai rambut di potong sebanyak 50.000 kali, wow!! *toeoeoeng!!*
Di bidang kesehatan nih, khususnya di dunia
kefarmasian, juga sedang marak penelitian mengenai pembuatan obat yang
berukuran nano, enaknya sih disebut nanopartikel, yaitu partikel obat yang
berukuran nano. Kenapa sih kok harus repot – repot dibikin nanopartikel?? Toh,
obat-obat sekarang udah manjur juga tuh,
Wuzz anda salah besar, kenapa? Menurut dosenku
yang kusebut diatas tadi ya, ada beberapa alasan, yaitu,
- Obat kebanyakan hanya terhenti pada level jaringan, maksunyaaah?
Yaa misalkan partikel itu masuk
tubuh yaa tentunya harus masuk ke bagian tubuh tertentu untuk dapat mengobati,
nah masuknya obat itu baru sampai ke jaringan tubuh, contoh jaringan itu misalnya
jaringan otot, jaringan saraf, jaringan ikat.
Jadi misalkan rangking anatomi tubuh
manusia dari yang terkecil ke terbesar itu sel, kemudian jaringan, organ, dan
sistem organ. Nah si obat biasa baru sampai ke level 3, dengan nanopartikel
diharapkan obat dapat masuk ke level 4 yaitu sel agar efeknya lebih optimal
- Dosis obat cenderung besar.
Hal ini juga bisa disebabkan oleh
pengaruh alasan pertama tadi lhoo. Karena Cuma masuk ke jaringan maka perlu
dosis besar agar sebagian obatnya juga dapat masuk ke sel (karena jumlah obat
di jaringan sudah overload,lalu obat masuk sel dengan terpaksa *haha*)
Nah, kalau dengan nanopartikel obat
akan dengan sukarela memasuki sel, jadi dosis obat dapat dikurangi. Nah inilah
yang namanya penghematan aka efisiensi bagi industri farmasi.
- Jaman sekarang ini kan banyak jenis penyakit yang aneh – aneh, ya nggak? Contohnya aja kanker, semua bagian tubuh bisa ditumbuhi kanker, ngeri nggak sih? Hiiii
Kanker itu kan semacam sel tubuh yang ngeyel
sendiri, lainnya diem aja, eeh dianya malah asik membelah/memperbanyak diri
sendiri yang akhirnya membuat pembesaran di tempat ia berada, sumber masalahnya
kan di level sel, jadi yang perlu diserang dengan obat ya sel nya itu. Dengan
kata lain, nanopartikel dapat menjadi media untuk mentargetkan suatu obat. Semacam
rudal itu lhoh, peluru kendali, jadi kita bisa milih di bagian tubuh mana yang
akan kita masuki obat. Pinter banget ya??
Lalu apa keuntungannya kalo gitu??
- Meningkatkan solubilitas/kelarutan obat dalam air, karena banyak obat yang sulit larut dalam air. So, absorbsi obat dalam tubuh juga meningkat.
- Meningkatkan stabilitas obat sepanjang jalur pencernaan, sehingga bioavailabilitas obat dalam tubuh meningkat, lalu efek obat menjad lebih baik.
- Dapat dijadikan sistem tertarget.
Wuuuiih panjang banget…. Haha, padahal masih
banyak hal mengenai nanopartikel lhooo, apalagi buat cewek, karena nanopartikel
juga dikembangkan untuk KOSMETIK :D
Lain kali aja yaa :*
Komentar
Posting Komentar