air terjun di Pelangan
Salam flying !
Masih di Pelangan nih, tapi kali ini aku dan
tim kesehatan mengunjungi tempat yang jauh dari pantai tapi masih berbau air.
Apa itu??
Kalau nggak salah namanya Air Terjun Grobogan,
niatnya kami hanya ingin berkunjung ke Poskesdes, tapi berhubung disana ada
Tuak Pasar yang gahol beetzz kita diajakin jalan – jalan ke air terjun.
Perjalanannya cukup jauh yatu 1,5 jam dengan
berjalan kaki! BAYANGKAN! Yaaah itu karena kami tersesat di atas gunung #malang
itu semua karena Tuak Pasar yang asli sok tau hehehe maaf tuaak bukannya
menyalahkan, Cuma yaa cari alasan aja :p
Jadi ceritanya kami ini ( aku, Ganet, Windi,
tuak Pasar, bidan Rida, dan mbak Ani) mendaki gunung lewati lembah sungai
mengalir indah ke samudra… setelah sampai dia atas gunung kami menjadi bertanya
– tanya, masak mau liat air terjun dari atas sih? Harusnya kan dari bawah, ya
kaaan??
Untung
saja kami bertemu dengan ibu – ibu penggembala sapi di tengah hutan (gilaa
gimana caranya sapinya bisa naik yaa? Kami aja manusia udah mo mati rasanya
haha).
Ibu itu menuntun kita ke jalan yang benar,
bagai malaikat. Sumpaaaah terjal banget turunnya, sampai kita harus ndlosor dan prosotan, kira kira kemiringannya 750.
Wedyaaaaan!! Tapi akhirnya kami sampai tujuan dengan selamat dan untung saja air terjunnya tidak kering (biasanya kering pas musim kemarau).
Kita langsung foto – foto deh :)
Berhubung hari itu adalah beberapa hari
semenjak berita duka dari NTB01, aku tidak ikut berenang! Takut dan gabawa
kacamata renang hahaha.
Ingin kesana? Lebih baik pada musim hujan tapi
bukan pas hari hujan yaaak, dan ada sedikit cerita lagi nih.. sepulangnya dari
sana kami dikatakan pemberani! (WOW) oleh warga sekitar. Kenapa? Pasalnya
konon, tempat itu banyak hantunya, dan ada semacam monster yang akan memakan
manusia. Para hantu dan monster akan muncul bila tamu berbicara kotor atau
melakukan sesuatu yang sembarangan, misalnya pipis atau boker sembarangan.
(JIJIK!)
So, jaga diri, perilaku, dan kata – kata ya
kalau mau mengunjungi tempat ini. Karena kami yang tidak tahu apa – apa juga
tidak berani macam – macam (kebiasaan adat Jawa kalau di tempat asing harus
sopan). Buktinya kami tidak apa – apa sekembalinya dari sana.
:)








Komentar
Posting Komentar