be BRAVE !
Salam flying !
Dalam liburan ini aku semedi #halah,
dan hasilnya, aku menemukan satu kata yang menjadi kunci dari segalanya.
BERANI.
BERANI dalam hal apapun (asal jangan
berani sama orang tua) haha J berani bertindak dan menghadapi
resikonya, berani bertanya, berani memulai sesuatu, berani memutuskan sesuatu,
berani disini dalam hal kebenaran bukan kebetulan dan kebiasaan.
Berani menghadapi resiko dari
sesuatu yang kita lakukan adalah satu hal yang bagi sebagian besar orang sulit
dilakukan. Mengapa sulit? Karena di dalam hati kita masih ada dan tersimpan
keraguan, dan berbagai pertanyaan yang menguatkan keraguan itu.
11. Apakah aku bisa?
22. Bagaimana jika aku gagal?
33. Apa kata orang lain jika aku
melakukan hal ini?
44. Bagaimana jika aku ditertawakan dan
dipermalukan?
55. Bagaimana jika hasil dari
pekerjaanku ini tidak sebagus yang orang lain lakukan?
Begitukah pertanyaan – pertanyaan
yang sering muncul didalam hati saat ada sesuatu atau kesempatan didepan mata.
( bahasa kerennya FAQ=Frequently Asked Questions ) hehe J
Supaya tak ada kesempatan yang
terbuag sia – sia mungkin jawaban – jawaban ini dapat membantu,
11. Bagaimana kita tau apakah kita bisa
atau tidak saat kita belum mencobanya? Jadi mau tak mau kita harus mencobanya
untuk mendapatkan jawaban nomer satu. J
22. Gagal? No worry! Gagal itu
manusiawi, bahkan manusia yang tak pernah gagal itu yang super aneh! Coba
bayangkan? Apakah ada yang seperti itu? Kesempurnaan hanya milik Tuhan kawan !
Jadikan pertanyaan ini untuk memacu
semangat kita, bukan untuk menghentikan langkah kita J
33. Sejauh yang kita lakukan itu benar
dan bertujuan baik untuk umat manusia, kata orang lain itu harus dianggap angin
lalu, kita hanya perlu bersifat cuek untuk menjawab nomer 3. Cuek bebek, anjing
menggonggong kafilah berlalu, haha
44. Dipermalukan? Dan ditertawakan?
Bukankah itu membuat orang lain senang? Hahaha
55. Aku dan orang lain itu berbeda,
memiliki sifat dan karakter yang berbeda, apalagi dalam mengerjakan sesuatu,
pastilah hasilnya akan berbeda! Misalkan saja kita ikut lomba mewarnai, kita
diberi gambar yang sama, pensil warna yang sama, meja yang sama, waktu yang
sama, coba lihat di akhir pertandingan, tidak akan mungkin ada dua karya yang
sama, ya, karena perspektif masing – masing orang dalam menghadapi suatu
masalah itu berbeda beda.
Jika bukan kita sendiri yang
mengambil tiap kesempatan yang ada, lalu siapa lagi? Jika kita masih terus
menyia – nyiakan kesempatan yang telah Tuhan berikan pada kita, bisa – bisa
Tuhan bosan kita tolak, dan lalu berhenti memberi kita kesempatan?
Hehe GBU J
Komentar
Posting Komentar