v*

Salam flying! :D

      Akhir – akhir ini, ada topik yang menarik perhatian saya, yaitu  “ VIRGINITY” . Belum lama ini saya terlibat obrolan hangat dengan pacar saya, kami berdiskusi atau lebih tepatnya hanya sekedar sharing saja tentang masalah “KEPERAWANAN” ini.

      Entah mengapa tiba – tiba pacar saya itu bertanya tentang masalah keperawan ini, tentu saja sebagai wanita, saya curiga, apalagi saya pacarnya. Tapi untuk seukuran pria seperti dia yang saya anggap adalah orang yang masih polos , pertanyaan ini cukup baik bahkan pertanyaan ini mengandung nilai keingintahuan sekaligus nilai kepedulian baginya untuk kita, kaum wanita.

“ Apa perbedaan wanita yang masih perawan dan yang sudah tidak perawan (secara kasat mata) ? “
Nice questions. :)

      Tentu saja pertanyaan – pertanyaan semacam ini kerap kali mampir dalam benak kita semua. Baik itu pria maupun wanita. Tetapi sebagaimana kita tahu bahwa di masa sekarang ini, pembicaraan mengenai hal – hal yang berbau ‘seks’ sering dianggap tabu untuk diperbincangkan. Meskipun telah banyak pihak yang mengadakan sharing dengan para remaja tentang ‘sex education’. Menghadapi hal seperti ini, tentu saja jawaban dari satu pertanyaan diatas akan di embel – embeli dengan ‘katanya..’. menurut aspek saya, jawaban yang mengandung ‘katanya..’ kurang dapat dipercayai kebenarannya. :)

      Teman – teman semuanya, jangan berharap dengan membaca sidikit tulisan saya ini, teman – teman akan menemukan jawaban dari satu pertanyaan diatas, karena saat inipun saya belum tahu jawaban pasti dari pertanyaan itu.

Sebenarnya, apa sih keperawanan itu?

      Menurut Kamus Bahasa Indonesia Lengakap yang saya miliki, perawan adalah gadis asli, belum tersentuh laki - laki, murni.

      Menurut saya, perawan secara harfiah adalah seorang wanita yang belum pernah besebadan dengan pria.
      
      Kembali lagi pada masalah keperawanan, yang menurut  saya adalah suatu harta paling berharga bagi seorang wanita. Tentu saja harta ini harus dijaga baik – baik, dan jika saatnya telah tiba nanti, harta ini akan kita serahkan kepada orang yang kita cintai dan mencintai kita, suami kita masing – masing.

       Keperawanan tidak hanya melulu milik kaum wanita saja, tentu para pria mempunyainya, dan kita sebut saja ‘keperjakaan’. Keperjakaan ini seharusnya juga menjadi harta paling berharga bagi pria dan hanya akan diserahkan kepada istrinya. Tetapi fenomena keperjaaan di kehidupan nyata kalah pamor dengan fenomena keperawanan. Dapat dibuktikan, dalam Kamus Bahasa Indonesia Lengkap yang saya miliki, istilah kata perjaka tidak ditemukan, tapi saya tidak tahu, apakah KBBI yang lain memiliki kata perjaka didalamnya.

      Pembuktian lainnya, di daerah Sumatra beberapa waktu yang lalu, Dinas Pendidikan di daerah sana, mengeluarkan wacana  peraturan penerimaan siswa baru  yang nyleneh , yaitu bagi para calon siswa wanita yang akan mendaftar si suatu sekolah negri diharuskan masih perawan. Oh my God! Dan hal ini hanya berlaku bagi casis wanita, tidak berlaku bagi casis pria. Begitu terintimidasinya kita -para kaum wanita-  ditengah gembar – gembor persamaan gender, sungguh ironi.

      Entah bagaimana akhirnya nasib dari para casis di daerah itu, saya tidak begitu mengikuti karena merasa telah ikut terintimidasi juga walaupun hal itu baru sekedar wacana saja.

      Saat ini keperawanan pun dapat dijual, bahkan dibuat kembali. Lihat saja artis terkenal kita, yang menyatakan bahwa dirinya melakukan operasi untuk menjadi perawan lagi dengan satu tujuan, membahagiakan suami barunya. Haduh.

       Ke-sakral-an perawan pun mulai bergeser, jaman dulu, orang – orang akan menilai jelek jika seorang gadis sudah tidak perawan lagi. Tapi jaman sekarang, ‘tidak perawan’ menjadi suatu bagian gaya hidup yang dianggap ‘gahol’ alias ‘gaul’. Jadi menjadi perawan itu ‘cupu’ atau ‘culun punya’.

        Yang menjadi buktinya adalah adanya survey lembaga – lembaga tertentu yang menyatakan, hampir separuh remaja Indonesia mengaku sudah tidak perawan lagi. Wow! Tapi ke-valid-an survey tersebut juga masih 50:50.

        Jadi, sebelum terlambat, marilah dipikir – piker terlebih dulu sebelum bergerak untuk melakukan sesuatu. Jangan sampai penyesalan mengunjungi kita di kemudian hari. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goodbye - wait for me, my love

Bakso Klenger @.@

be BRAVE !