Prolog - ( Guratan di Balik Awan )

     Seperti sebuah gerombolan burung yang sedang terbang, aku adalah salah satu dari mereka, aku adalah teman mereka, dan mereka adalah temanku. dan begitulah untuk selanjutnya dan untuk selama - lamanya.

     Kami tetap terbang bersama, tak terpisahkan. melihat dunia dan seisinya bersama - sama, mengelilingi bumi dan berandai - andai untuk dapat mengujungi semua tempat yang ada di bawah sana.

     Kami tetap membubung tinggi seperti layaknya dahulu ketika kami bersama - sama dilahirkan dari ibu kami masing - masing. kami belajar bersama, belajar untuk berbicara, belajar untuk tertawa dan menangis, belajar untuk dapat terbang ke angkasa ! semuanya kami lalui bersama.

     Kami bertemu, berteman, dan bersahabat, dan bersaudara. Perbedaanpun menjadi sebuah kemiripan diantara kami. Aku bahagia berada di tengah mereka dan mereka kuharap akan selalu berbahagia jika bersamaku.

     Tapi sejak saat itu, suatu ketika itu, aku berpisah dari gerombolanku, aku ingin memandang dunia sendiri dan berusaha untuk mewujudkan mimpiku sendiri.
Begitu juga mereka, kami semua terpisah pada lintasan kami masing – masing. Pada jalan kami sendiri – sendiri. Walaupun kami sering bertemu walau hanya untuk berkeluh kesah dan kembali tertawa bersama untuk sejenak.


     Sepenggal prolog dari salah satu kisah hidupku. Hidupku yang akan ditentukan dari langkahku kini, aku tak dapat mundur dan berpaling, aku harus menghadapinya.!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goodbye - wait for me, my love

Bakso Klenger @.@

be BRAVE !