re TO THE la
Yuks, jadi temen curhatku?
Oke, langsung saja, beberapa waktu lalu aku habis diputusin, L so
saaad. Tapi, hah yasudahlah, mungkin memang belum jodoh kali yak? Hahah
Setelah sedikit mabok selama 2 minggu, semuanya langsung kubawa hepi,
hehe, tapi yah, kalau tak segera diiklaskan, takutnya nanti malah jadi arwah
gentayangan :D #emang setan?
Dari kisah sedih ini aku mempelajari sesuatu, yaitu kerelaan = keiklasan=
ke-legowo-an = dan teman – teminnya. Oke,memang kebetulan sekali setelah
peristiwa naas itu terjadi, aku berkesempatan mengikuti rekoleksi –semacam
acara rohani yang memotivasi– dan kebetulan lagi dibahas akan artinya kerelaan,
keiklasan, dan semacamnya.
Ya, rela dan iklas serta tulus itu memang bersahabat sejati hehe,
kalau rela ya ikhlas dan tulus, kalau tulus ya rela dan iklas hohoho sedikit
membingungkan memang, tapi itulah adanya. Kadang kita sering mengatakan pada
diri sendiri “AKU TULUS RELA IKHLAS” tapi tak bisa dipungkiri, dalam hati kecil
kita masih ada satu titik dimana ada sedikit pengharapan akan apa yang barusan
kita lakukan. #wah rumit
Hahahaha santé
bray!
Oke, menurut hemat saya ( cie ) misalkan kita berlaku seakan akan
tulus, tapi dalam hati masih berpikir ‘ah, suatu saat pasti Tuhan akan membalas
perbuatanku/nya ini’ nah, itu namanya belum tulus!
Kalau tulus dan
rela dan ikhlas, yasudah lupakan semua apa yang telah kamu lakukan atau orang
itu lakukan, DONE! LUPAKAN,!
Memang mudah, tapi sulit! Baiklah, SEMANGAT melupakan hahaha :D
#tak menyelesaikan masalah :p
Salam flying!
GBU
Komentar
Posting Komentar