Vaksin

Hai, Selamat Tahun Baru... :))

Memasuki tahun 2018 ini dengan harapan baru dan target baru membuatku semangat+agak down.

Kenapa? Karena harus melalui lagi 8 bulan dengan LDR (baper banget si aku) :(

OHyah, belakangan ini terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) yaitu wabah Difteri. Untuk detail datanya bisa sih temen-temen search di Google. Disini aku hanya akan sharing pengalamanku menjadi salah satu peserta yang diVaksin Difteri.

Kemarin (10 Mar 2018) di kantorku, manajemen memfasilitasi bagi karyawannya (semua golongan) untu vaksinasi Difteri. Vaksin yang kudapat adalah vaksin Difteri untuk dewasa (usia > 19 tahun). Jenisnya adalah vaksin Td yaaa.. (tetanus-difteri) adalah vaksin  mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Imunisasi Td sering kali disebut sebagai imunisasi tambahan, karena bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap ketiga jenis penyakit di atas.

Naaah, vaksin Td itu memiliki efek samping yaitu demam dan rasa nyeri di tempat yang disuntik. Itulah yang sedang kurasakan hingga hari ini (Minggu) . >.<
FYI aku ini sedikit kurus, apakah mungkin hal itu menjadi salah satu penyebabnya?
Karena mendengar testimoni dari teman ku yang ‘agak berisi’, rasa sakitnya hanyalah sebentar. HAHA

Sebenarnya sudah tahu sih efeknya akan demikian, tapi menurutku hal ini penting, mengingat sebentar lagi aku akan menikah dan pastinya akan menjadi calon bumil dong yaa..
Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, itu sih yang menjadi concernku saat memutuskan mengikuti vaksinasi. (awalnya agak ragu)

Jika demam sih cukup minum Paracetamol dan bisa juga untuk mengurangi rasa nyerinya. Menurut berbagai sumber, efek samping biasanya dirasakan selama 2-3 hari. Jika bengkak bisa dikompres dengan kompres hangat yaa. 

Begitulah sedikit sharing mengenai sakitnya vaksinasi Difteri. Jangan kapok yaa.. tetep berusaha untuk sehat! :D
God bless….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goodbye - wait for me, my love

Bakso Klenger @.@

be BRAVE !