23 jam di Bandung
23 Jam di Bandung
Yaampuuun ngapain 23 jam di
Bandung???? Bisa apaa ??
Jawabannya hanyalah senyum ceria
dan beberapa pengalaman tak terlupakan.
Ke Bandung… rencana dadakan macam
tahu bulat, hanya 3 hari sebelum hari H!!!! Baru H-2 mulai cari cari tiket
kereta dan hotel, H-1 beli tiket kereta dan hotel + sewa motor.
Mengapa sewa motor? Lebih praktis/gamau
ribet dengan angkot dan situasi Bandung yang lagi panas Ojol-nya, dan strategi
untuk mengatasi macetnya Bandung di hari libur.
Day 1
@Cikarang, aku sudah bangun sejak
jam 5 pagi, rencana berangkat ke stasiun Cikarang jam 6 ngejar KRL berangkat
jam 06.45, namun apalah daya perut tak bisa diajak kompromi, akhirnya nananini
di WC dan baru bisa berangkat dari kos jam 6 lebih sedikit (gada 10 menit)
daaaaan dijalan menuju stasiun macet L
dengan perjuangan akhirnya bisa sampai stasiun Cikarang jam 06.44 dan disinilah
awal mula PENGALAMAN yang sesungguhnya, SAKIT TAPI TAK BERDARAH. Tepat didepan
mata KRL Cikarang-Jkt Kota yang hanya ada ±1,5 jam sekali BERANGKAT tanpa aku
yang hanya dapat berharap ini hanyalah mimpi. HAHA
Tekad sudah bulat, ku starter
motorku -yang tidak jadi parkir inap- menuju stasiun Bekasi. Okay, aku sudah
sering perjalanan Cikarang-Stasiun Bekasi dengan motor, yah begitulah, rem
dadakan dan gaspol 70 km/jam jadi makanan wajib di sepanjang jalan kenangan
itu.
@Stasiun Bekasi, sudah naik KRL
Jkt Kota, seperti biasa KRL penuh, dan aku berdiri di samping pintu, dengan
menenteng tas bertuliskan Schneider yang berisi jas hujan, make up, tongsis, dan
my favourite snacks. Karena berat kutitipkan tas itu pada rak tas diatas tempat
duduk KRL. Tujuanku Jatinegara untuk transit ganti KRL tujuan Bogor, dan turun
di Stasiun Pasar Senen.
Perutku lagi-lagi memberontak
menjelang Jatinegara, begitu sampai aku langsung turun menuju Toilet, tapi aku
merasa ada yang kurang, dan kemudian aku bengong~~~~~~ apa ya????? KRL yang
kutumpangi tadi beranjak pergi. But, hey TASKUUUUUUU…. L tertinggal di KRL, akhirnya
membuat laporan kehilangan di petugas peron dan menunggu sampai jam 08.40, dan
aku harus di Stasiun Pasar Senen jam 09.00!!! KRL ke Ps. Senen berangkat jam
08.52, dan petugas peron rekomendasikan aku naik OJOL ke Ps. Senen. Okay, dan
driver Ojolku juga dengan penuh perjuangan menembus macet Jakarta ke Ps. Senen.
@Stasiun Pasar Senen , jam 09.13
aku sampai, aku berlari, tapi bagaikan mengejar matahari, tak sampai L Aku ketinggalan kereta
Serayu. Di Stasiun Pasar Senen itu sudah menunggu patner setiaku Petrus
Hartanto J
dengan wajah yang yaaa aku tahu marah, kecewa, dan bingung mungkin jadi satu. Sudah
putus asa aku bilang sudah batalin saja hotel dan kereta pulangnya. L
17 menit menenangkan diri dan
seperti tak hilang akal di Atrium Senen dia menemukan ada Travel ke Bandung Citytrans.
09.30 kami kesana, dan menemukan bahwa jam 10.00 ada jadwal keberangkatan ke
Bandung!!! Puji Tuhan J
Hanya dengan Rp. 85.000 perorang kita akan sampai di Bandung. Dengan estimasi sampai
Bandung jam 16.00, tapi tak apalah daripada tak jadi.
@Bandung dekat pintu keluar tol
Pasteur, jam 14.00 kami sudah sampai!! Padahal sudah janjian dengan sewa motor
jam 16.00 motor bisa diantar ke Agen travel Citytrans Dipatiukur. Kita pilih
Jasa Prima Sewa Motor karena hanya ini yang masih belum full booked dan
lokasinya lumayan logis untuk mengantar motor sampai Stasiun Kiaracondong (RENCANANYA).
Akhirnya kita ke lokasi sewa motornya saja karena ternyata sudah hamper dekat.
Tapi lumayan lama menunggu unit motor karena kebetulan sedang dibawa oleh salah
satu pegawainya. Akhirnya jam 15.00 kita dapat motor sewaan, dengan harga Sewa
Rp 180.000 unit Vario Techno untuk 2 hari kalender.
@D’River Guesthouse kita check in
disana untuk 2 kamar standar Shared bathroom, dengan rate sekitar 200an ribu
per malamnya. Kamar bersih, kamar mandi bersih (kalau belum ada yang pakai) HAHA
Jam 16.45 setelah selesai mandi
dan dandan (dengan makeup seadanya beli di Indomaret) ~~~tapi tetep harus ada
pensil alis~~~~ kita cus kemana yaaa…. Ke kota Bandung tapi makan dulu di Iga
Bakar Si Jangkung, enak !
@Braga street, hujaaaan dan kita
jalan jalan di sekitaran Braga Street dan Asia Afrika Street. Duuuh beneran
kayak habis jadian, gandengan molo J
di jalan Asia Afrika ada Valak lho HAHA dan teman-teman hantunya. Setelah puas
jalan-jalan dan foto di bawah tulisan “Jl. Braga” kita cuss mau nongkrong
kekinian anak Bandung.
@180 Coffe and Music Café, jam 20.30
rameeee banget sampai waiting list keberapa ya kita? Akhirnya dapat tempat
duduk 15 menit kemudian, karena aku masih kenyang iga, aku Cuma pesan hot
chocolate, dan mas patner minta spageti (yaampun tumben, ini orang makan pasta)
hahahah
@D’River Guesthouse jam 22.00
hari melelahkan dan penuh emosi (buatku yah) hahaha, akhirnya gabisa bobo
gara-gara asing dengan tempat baru plus sakit perut. Oya kenapasih namanya D’River??
Karena ya sebelahnya itu ada sungai kecil gitu, trs sungainya itu semacam ada ‘grojokan’nya
HAHA (Bahasa indonesianya apa ya?) jadi suaranya merdu meski airnya COKLAT
bingit, jangan bayangkan sungai pegunungan yang dingin, jernih yaaa. Jadi nginep
disitu macam deket sama air terjunlah hehehehe.
Hari pertama berakhir dengan bobo
ditemani suara sungai yang menenangkan. ~~~~
Day 2
@D’River Guesthouse jam 06.30 Mandi pagi… bersiap berangkat ke
Lembang ~~~ kita berencana ke De Ranch Lembang, karena buka jam 08.00 (paling pagi
diantara destinasi rencana kita yang lain). Akhirnya sampai sana jam 07.58
daaan belum bukaaaa~~ akhirnya motoran agak ‘mblandhang’ dikit dan malah nemu
Pusdikajen, tempat dimana mas patner dulu di Ospek dan pertama kalinya aku
lihat dia diGUNDULin hehehehe.
@De Ranch, foto-foto sana sini dan main panahan
(tiket perorang Rp 25.000) mayan bisa ngisi instastory dengan hasil
boomerang-an. Hehehe lalu kita makan sate dikantin situ sambil minum susu
stawberry (tiket bisa ditukar susu gratis)
Tadinya aku bersemangat sekali
ingin naik kuda, namun karena satu dan lain hal, dan kenyataan bahwa dari hari
kemarin aku sial terus, aku memutuskan untuk TIDAK NAIK KUDA, Sayang sekali L mas patner juga gamau
haha
Ini hasilku memanah … not bad
buat yang pertama kali main seperti ini.
![]() |
| Ini mas patner saat mau memanah hatiku ~eaaaa~ |
Jam 10.00 kita pulang ke bawah,
karena sudah janjian dengan sewa motor, agar motor diambil di D’River
Guesthouse. Jalan Maceeeet L
tapi gapapa ada mas patner yang setia buat dipeluk sepanjang perjalanan, haha
@D’River Guesthouse jam 11.17
kita checkout dan motor sudah diambil, saat nya ke Stasiun Kiaracondong by
Ojol. Karena suasana ‘panas’ mas patner kuminta duduk depan aja, biar dikira
ndak naik Ojol. Perjalanan kurang lebih 45 menit karena cukup jauh ya daerah
Cihampelas ke Kiaracondong, jalanan agak macet pulak.
@Stasiun Kiaracondong jam 12.30
sambil menantikan kereta Serayu, kita ngemil di ruang tunggu, sekitaran jam
13.00 kereta sudah datang dan penumpang diharapkan masuk peron. Inilah detik
terakhir di Bandung hari itu à
23 Jam (04 Nov 2017 14.00 s.d 05 Nov 2017 13.00)
@Kereta Serayu Ekonomi 6 seat 11D
dan 11E, kita duduk berhadapan dengan Bapak Ibu pasangan yang berumur 50an tahun.
Mereka romantis kurasa J
Semoga aku dan mas patner bisa sampai di umur itu juga dan masih bisa
romantisan juga J
Amin.
Sepanjang perjalanan, semacam
orang yang habis jadian (lagi) kita duduk sambil gandengan tangan J dan makan Popmie pun
suap-suap an. Dasaaaar pasangan LDR yang lama nggak ketemu J Aku berpikir ini
kereta lama amat yak 4 jam baru nyampe Jakarta, naik travel aja juga 4 jam. Eh ternyata,
dia ini kereta yang super ngalahan, pelan bgt jalannya kl mau papasan sama
kereta lain, dan berhenti di stasiun stasiun kecil. Pantes aja lama HAHA
@Jatinegara jam 17.15 kita
akhirnya sampai di Jakarta, dan aku minta mas patner buat nganterin aku sampai
Stasiun Bekasi (manja bgt)
KRL tujuan Bekasi penuh as always
dan kita berdiri, lagi-lagi GANDENGAN (“apa-apaan sih ini??!!!!” kata si Jomblo
dalam hati) HAHAHA
@Stasiun Bekasi jam 18.00an
sampailah kita disaat perpisahan, aku ke Cikarang by motor dan mas patner ke
Jakarta by KRL. Dadah mamasku~~~ sampai ketemu lagi entah kapan LJ (sambil “mbrebesmili”)


Komentar
Posting Komentar