SidoMuncul

Keep flying! à jargon baru :p

Waduh, lagi semangat banget- lagi on fire- lagi pengen nulis malah inet-nya lemooot minta ampun, semacam Gary-nya si SpongeBob yang dipaksa ikut lomba siput -,-

Sesuai rundown nih, perhentian pertama adalah PT.Sidomuncul
PT.Sidomuncul
Jl. Soekarno Hatta Km. 28
Kec. Bergas – Klepu, Semarang – Indonesia

Sidomucul ini adalah industri obat tradisional, jamu, dan sejenisnya yah, pokonya paling banyak Sidomuncul ini produksi jamu gitu deh
Yang paling terkenal dari Sidomuncul ini banyak lhoo, apa aja?
Tolak Angin, Kuku Bima Ener-G (rosa!!), minuman Alang-alang sari *ada yang pernah denger? Ada iklannya lhoo.. emm apa lagi ya.. banyak kok dan yang jelas nggak jauh dari yang namanya jamu gitu

Tolak Angin ini dari dulu sampai sekarang rajanya jamu anti masuk angin deh (sekarang sudah naik level jadi Obat Herbal Terstandar), walaupun ada gempuran dari produk pesaing : Antangin, tapi menurutku di benak masyarakat Indonesia sudah melekat sekali namanya Tolak Angin, wes ewes ewes bablas angine !

Tolak Angin juga masih kuat berdiri kokoh setelah diterpa si Bintangin dari Bintang Toejoe, dengan jargon mereka yang agak nge-jleb yaitu ‘orang bejo minum Bintang Toejoe Masuk Angin’ dan ditambahi dengan ‘orang pintar kalah sama orang bejo’ yang seolah adu head to head dengan jargon Tolak Angin ‘orang pintar minum Tolak Angin’ hahaha pinter banget marketing dari Bintang Toejoe ini, nice job!

Tapi aku lihat sih Sidomuncul menyikapi serangan itu dengan berkoar-koar bahwa Tolak Angin sudah melanglang buana ke negeri orang alias di ekspor! Wow! Bayangkan, jamu, produk asli Indonesia, yang sangat sangat mencerminkan budaya Indonesia (jamu) diekpor ke LN dan laris, it’s a big wow! Sampai-sampai produksi Tolak Angin mencapai 3 shift (kalo ga salah), 24 jam x 7 hari non-stop! à kata pemandu saat itu

Ternyata produk Sidomuncul lainnya justru menyerang sang market leader, yaitu produk Kuku Bima Ener-G yang menjadi pesaing bahkan mampu merebut pasar si X-tra Joss. Wow!

Nah, sampai di pabrik, kita disambut oleh orang humas *ya kan?lupa dan dipandu untuk keliling pabrik
Move move ke gudang bahan baku simplisia (karena ada juga gudang baku non-simplisia) CMIIW, yang aromanya… beuuuh jamu banget, tempat ini untuk menyimpan bahan baku yang berupa simplisia dari bebagai macam bahan alam. Lalu ke tempat pemotongan alang-alang atau apa ya, haha lupa, lalu ke tempat pencucian kunyit (saat itu lagi nyuci kunyit). 

Move lagi ke ruang Pengemasan, ada yang pakai mesin tapi masih mesin yang sederhana (untuk pengemas primer), yang cuma single rotary yang kecepatannya kalah jauh dibandingkan dengan tenaga manusia (untuk pengemas sekunder), yaitu tenaga kerja padat karya. Buseeet cepet banget, salut buat mereka yang kerjanya super cepat dan tepat. Mungkin karena mereka dah terbiasa kali ya hehe

Move lagi ke agrowisata milik Sidomuncul disana ada semacam kebun/taman tanaman obat tradisional dan ada semacam kebun binatang mini hihi ada anak harimau yang unyuuu abis tapi garang à ga berani elus . Ada juga kolam plus air terjun buatan yang indah banget J

Nah lalu kita menuju semacam pendopo untuk tanya  jawab, selesai itu kita diberi kenang-kenangan berupa produk Sidomuncul. Dan disinilah awal dari kesakitanku, turun dari anak tangga entah mengapa aku terjatuh ~~~ rasanya malu diliatin mas-mas tukan bangunan yang ada disana hahaha

Nah, bagi yang penasaran Sidomuncul itu gimana, lihat aja di situs web-nya disini
Oks sudah dulu yah, lanjut ke Indofood , yu cuss!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goodbye - wait for me, my love

Bakso Klenger @.@

be BRAVE !