1 April 2013 13.00 WIB


"Sebenarnya aku masih sayang dan cinta, tapi buat apa dipaksakan kalau dia sudah tak sayang lagi denganku? Kalaupun bisa dipertahankan diatas hal itu, maka semuanya cuma palsu dan pura - pura. Aku ingin cinta yang tulus dan murni." (10/05/2012)

Saat itu dia datang dengan senyum di bibirnya, menyapa siang hariku dengan lembut dan ramah. Segera kujamu dia dengan segelas teh manis hangat buatanku. Dia datang dengan sesuatu dalam tangannya, berwarna merah, berlapis plalstik bening, bungakah?

Bukan.

Sebuah kaos merah bergambar Yesus dengan tulisan 'JFC : Jesus Followers Club'. Aku tertawa melihat kaos itu, antara lucu dan senang kemudian sampailah kita dalam percakapan yang serius.

"Kamu serius nggak sama aku?" tanyaku.
"Kapan?" dia balik bertanya.
"Ya kamu." jawabku.
"Kapan? Dulu, sekarang, atau nanti?" Dia bertanya lagi.
"Dulu?"  "Iya"
"Nanti?" "Gak tahu"
"Kalau sekarang?" "Gak tahu"
"Kok bisa? Kenapa?" "Ya gak tahu aja."
"Kalau aku suka sama cewek lain gimana?"
"Siapa?" "Ya ada pokoknya."
"Siapa?"
"Anak kehutanan." jawabnya, bagai Syahrini yang berteriak CETARRR MEMBAHANA!! Nyaliku mulai menciut, takut, tapi aku berusaha menutupinya dengan cara tidak mempercayainya seolah dia sedang bercanda. Kuulangi berkali - kali pertanyaan seperti serius? Beneran? Bohong? Bercanda? Ada sebagian dari jawabannya yang membuatku percaya, ada yang sebagian tidak, matanya yang berbicara padaku.

"Emang dia ngasih apa ke kamu?" "Dia baik."
"Berarti semua cewek yang baik ke kamu, kamu sukai?"
"Ya nggak juga, kalau sama dia tu rasanya ada feelnya gitu. Namanya monik anak 2011."

Syahrini kembali berteriak CETARRR MEMBAHANA!!! Mataku mulai akan menumpahkan isinya, tapi tetap kutahan dengan berpikiran dia hanya berbohong.

"Gimana?"
"Kamu, dah nggak bisa dipercaya, lagi. Kamu jelek. Kamu item. Kamu nggak cakep. Kamu jahat. Kamu B3"
"Apa itu B3?" tanyanya.

Aku jadi teringat B3 yang kuucapkan padanya melalui diari-ku, ya B-B-B. Dan aku kembali teringat tepat setahun yang lalu di bulan April tahun 2012, masa-masa UTS dia juga mengatakan hal yang sama, menyukai gadis lain.

Nyaliku bertambah kecil, hati ini sudah tak dapat menerima lagi kata-kata seperti 'all iz well' dan cahaya matanya sudah tak dapat lagi kubaca, tatapanku nanar, tapi bibirku masih tersenyum kecil, berharap dia segera tertawa dan mengakhiri guyonan ini.

Ide-ide kecil di otakku seperti 'Masa suka sama anak 2011? Dia kan sukanya sama yang lebih tua?', 'Anak kehutanan? Berarti orang utan dong?', 'Darimana dia bisa kenal anak kehutanan? Padahal di kehutanan itu KMKK, bukan KMKath', 'Monik siapa? Kenapa di inbox dan di WA-nya nggak ada kontak bernama Monik?' SEMUANYA TIDAK KUGUBRIS.

"Kalau kamu serius kamu B3, tapi kalau kamu bohong kamu tetep B3!"
"Kalau kamu serius kamu hancur, tapi kalau kamu bohong kamu tetep hancur!"

Tiba-tiba dia menagkap wajahku dengan kedua tangannya dan berkata "APRIL MOP!"
Langsung segala yang dapat kuraih dengan tanganku kucubit, kutabok, kutendang. Hingga akhirnya airmataku jatuh, aku menangis.

Antara lega dan jengkel, antara senang dan dongkol, antara marah dan sedih.

"Aku cuma pengen tau, apa yang dia rasakan saat aku nggak ada? Apa senang atau sedih? Kalau dia biasa saja dan merapat ke ****, aku rela mundur dengan tulus dari hatinya, asalkan dia bisa senang." (10/05/2012)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goodbye - wait for me, my love

Bakso Klenger @.@

be BRAVE !