Postingan

Vaksin

Hai, Selamat Tahun Baru... :)) Memasuki tahun 2018 ini dengan harapan baru dan target baru membuatku semangat+agak down. Kenapa? Karena harus melalui lagi 8 bulan dengan LDR (baper banget si aku) :( OHyah, belakangan ini terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) yaitu wabah Difteri. Untuk detail datanya bisa sih temen-temen search di Google. Disini aku hanya akan sharing pengalamanku menjadi salah satu peserta yang diVaksin Difteri. Kemarin (10 Mar 2018) di kantorku, manajemen memfasilitasi bagi karyawannya (semua golongan) untu vaksinasi Difteri. Vaksin yang kudapat adalah vaksin Difteri untuk dewasa (usia > 19 tahun). Jenisnya adalah vaksin Td yaaa.. (tetanus-difteri) adalah vaksin   mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Imunisasi Td sering kali disebut sebagai imunisasi tambahan, karena bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap ketiga jenis penyakit di atas. Naaah, vaksin Td itu memiliki efek samping ...

23 jam di Bandung

Gambar
23 Jam di Bandung Yaampuuun ngapain 23 jam di Bandung???? Bisa apaa ?? Jawabannya hanyalah senyum ceria dan beberapa pengalaman tak terlupakan. Ke Bandung… rencana dadakan macam tahu bulat, hanya 3 hari sebelum hari H!!!! Baru H-2 mulai cari cari tiket kereta dan hotel, H-1 beli tiket kereta dan hotel + sewa motor. Mengapa sewa motor? Lebih praktis/gamau ribet dengan angkot dan situasi Bandung yang lagi panas Ojol-nya, dan strategi untuk mengatasi macetnya Bandung di hari libur. Day 1 @Cikarang, aku sudah bangun sejak jam 5 pagi, rencana berangkat ke stasiun Cikarang jam 6 ngejar KRL berangkat jam 06.45, namun apalah daya perut tak bisa diajak kompromi, akhirnya nananini di WC dan baru bisa berangkat dari kos jam 6 lebih sedikit (gada 10 menit) daaaaan dijalan menuju stasiun macet L dengan perjuangan akhirnya bisa sampai stasiun Cikarang jam 06.44 dan disinilah awal mula PENGALAMAN yang sesungguhnya, SAKIT TAPI TAK BERDARAH. Tepat didepan mata KRL Cikarang-Jkt ...

Kerinduan untuk Mencintaimu Kembali

Hanya dapat mencintaimu melalui puisi Secarik sajak kerinduan untuk menatapmu Barisan kata untuk berbicara padamu Aku dan cintaku hanyalah sebatas puisi Terlalu takut terungkap dan diungkap Terlalu pengecut untuk bertindak Memandang senyum dimatamu, secuil ingatan tentang mencintaimu Walaupun kamu tak tahu, puisi ini hanya untukmu

Hell-O !! GOOD-bye.

hellow sudah lama tidak berjumpa dengan keyboard dan laman entri di dasbor blog tercintaku ini :) kini, akhirnya cumlaude dan sah menjadi Sisilia Arti Candra Dewi, S.Farm, Apt. disinilah aku sekarang, berada di ambang pintu looking for a job, job seeker atau apapun namanya meski agak luntang-lantung dan serba 'glundhang-glundhung' dirumah, tapi aku terus mengintip kesempatan-kesempatan kecil yang ada supaya bisa masuk ke dalam dunia kerja. rasanya sedikit takut menghadapi dunia kerja yang konon katanya lebih keras, dan akan lebih menghargai adanya hari sabtu dan minggu :') okey, saatnya megangkat dagu, menatap lurus ke depan, jangan takut, Tuhan selalu bersamaku selalu :)

6 April 2015

Dear, Hallo, Hi! Hari ini adalah hari Senin, 6 April 2015 Hari ini adalah hari keenamku berada di Jogjakarta Istimewa :) dan hari keenamku menjalani hubungan jarak jauh *LDR kerennya Hari ini adalah hari pertama PKPA (Praktik Kerja Profesi Apoteker) di Apotek. Puji Tuhan Apotek yang menjadi tempat belajarku adalah Apotek UII Farma di Jalan Kaliurang km.14, berada tepat di depan kampus UII. Hari pertama ini merupakan awal dari sebuah kisah yang akan kujalani selama 6 minggu. Diawali dengan pembekalan dan pretest, thanks to blog kakak angkatan, dari situ aku belajar soal pretest UII Farma :) Cukup jauh dari rumahku, namun demi ilmu, apapun kutempuh, apapun kulalui meski penuh air mata. Air mata tercipta disaat menyusuri tiap jalan, tiap sudut tempat yang pernah aku dan Petrus datangi. Di situ saya selalu merasa sedih :’) Hahaha Bye.

Goodbye - wait for me, my love

Dear, ‘Big girl don’t cry’ Tak terasa hari ini adalah H-8 sebelum kepulanganku ke Jogjakarta, setelah menetap 2 bulan di kota metropolitan ini, Jakarta. Mengapa ini terdengar lebih mudah daripada apa yang kurasakan? Seharusnya aku gembira dapat kembali ke Jogja, bertemu keluargaku, bapak, ibu, dan simbok. Karena, disini, akan tertinggal separuh hatiku –terdengar seperti drama queen– untuk menetap, memeras pikiran dan tenaga, demi masa depan kami. Proses ini wajar, dan sangat wajar jika aku merasakan sedikit perih di sudut hatiku ini, ya, hanya sedikit, selebihnya unimagined, karena ini pertama kalinya bagiku. Sedikit aku jabarkan, 6 tahun lebih kita tidak pernah jauh, sabtu malam yang selalu aman, setidaknya kami berada di kota yang sama selama 6 tahun. Kini, aku berada di depan gerbang, gerbang masa depan yang dinamai Long Distance Relationship. Mungkin aku hanya merasa takut saja jadi persoalan ini terlalu kubesarkan, tapi masih unimagined bagai...

#akurapopo

Dear, Aku tau aku sedang bimbang tapi aku tak mau mengakuinya. Aku harus meyembunyikan kebimbanganku di depannya. Aku ragu meskipun aku sudah mencoba bersyukur tiap detik akan dia. Mungkin aku hanyalah seseorang yang kurang diperhatikan sehingga pikiranku mulai berterbangan kemana-mana. Semua pikiran buruk melayang di kepalaku. Aku hanya berpikir, sudahkah aku di jalan yang benar? Sudahkah aku berjalan dengan peta yang benar? Aku mencari jawabannya dengan berdoa, namun hatiku ini mungkin sedemikian masih kotornya sehingga jawaban dari Tuhan tak kudengar, atau memang sengaja aku menutup telinga akan  jawaban itu? Aku mulai berpikir betapa aku lebih beruntung daripada sahabat-sahabatku yang terjebak cinta dengan pasangan yang berbeda dari mereka, sedangkan aku sudah menemukan pasangan yang ‘sama’. Seharusnya aku lebih bersyukur, harusnya aku berbahagia dengan itu. Dan, harusnya sahabatku itu menjadi seperti aku, menemukan pasangan yang ‘sama’, apalagi kita sekarang sudah ...