Goodbye - wait for me, my love
Dear, ‘Big girl don’t cry’ Tak terasa hari ini adalah H-8 sebelum kepulanganku ke Jogjakarta, setelah menetap 2 bulan di kota metropolitan ini, Jakarta. Mengapa ini terdengar lebih mudah daripada apa yang kurasakan? Seharusnya aku gembira dapat kembali ke Jogja, bertemu keluargaku, bapak, ibu, dan simbok. Karena, disini, akan tertinggal separuh hatiku –terdengar seperti drama queen– untuk menetap, memeras pikiran dan tenaga, demi masa depan kami. Proses ini wajar, dan sangat wajar jika aku merasakan sedikit perih di sudut hatiku ini, ya, hanya sedikit, selebihnya unimagined, karena ini pertama kalinya bagiku. Sedikit aku jabarkan, 6 tahun lebih kita tidak pernah jauh, sabtu malam yang selalu aman, setidaknya kami berada di kota yang sama selama 6 tahun. Kini, aku berada di depan gerbang, gerbang masa depan yang dinamai Long Distance Relationship. Mungkin aku hanya merasa takut saja jadi persoalan ini terlalu kubesarkan, tapi masih unimagined bagai...